Skip to main content

 Tuhan aku mencintai anak Mu yang satu itu...

Genggaman tangannya adalah genggaman teraman yang pernah aku rasa..

Matanya adalah mata terteduh yang pernah aku lihat..

Senyumnya adalah senyum paling ku nantikan..

Aku mohon, berkatilah setiap langkahnya..

Sehatkan badannya

Mudahkan rejekinya

Barangkali, ada hari dimana Engkau setuju mengizinkannya bersatu dengan ku..



Comments

Popular posts from this blog

Benih itu hidup baru

 2 Januari 2025 Aku bangun dengan hati yang sangat perih.. Rasanya lebih baik mati daripada hidup dengan kelopak yang hancur ini Aku ijin kerja Doa rutin itu tetap aku jalankan Langkah ku lemah Badan ku lemah Ku cari lagi memory mana yang harus ku ampuni, Mungkin masih ada sehingga aku mengalami ini pikir ku.. Ku pejamkan mata, memory nya datang namun sedih nya sudah hilang.. Sudah ku terima dan ampuni.. "Lalu, apalagi Tuhan?" Tanya ku.. "Berserah" suara yang sangat lembut itu menyapa.. 🌻 Jantungku kembali berdetak kencang Intimidasi itu datang lagi Tak ku dapatkan apa pun sampai jam 12 siang. Ku jalankan doa rutin ku Setelah itu aku meminta Tuhan datang padaku Ku pejamkan mata ku Apa pun tak ku dapat Hanya kegelapan tapi... kali ini berbeda.. Ada damai sejahtera disana.. Rasanya tenang.. Entah berapa lama aku sudah di bawa dalam ketenangan itu, aku hanya diam tapi tidak tertidur.. Lalu aku buka mata, menenggak sedikit air Kemudia melanjutkan memanggil Allah.. Kali...

Bunga itu pun Mati

"Memaafkan, Menerima dan Berserah.." Aku merasa ini lah tugas dalam penyembuhan luka batin ini.. Seminggu berlalu sejak kelopak ku berguguran.. Ku penuhi hari2 di kegelapan kamar dengan lantunan doa, meditasi dan ritual air berkat. Hari pertama ku lewati seperti tanpa nyawa.. Rasanya aku tak ingin menghadapi hari esok.. Rasanya perih kenyataan yang harus ku terima.. Bagaimana mungkin, setelah berbagai hal menyakitkan yang ku alami harus aku lagi yang menanggung akibatnya? Terasa tidak adil. Bagimana mungkin segala kegagalan kisah cinta ku selama ini di sebabkan oleh kesalahan orang tua ku sendiri. Tidakah cukup bagi Tuhan kehancuran ku Jatuh bangun yang ku hadapi sendirian tanpa uluran tangan siapa pun selama ini. Aku pendam semuanya sendiri berbungkus ceria ku. Tidak adil. Sekarang, aku di minta untuk memaafkan, menerima dan berserah pada kehendak Tuhan Arrrggggghhhh!! Takdir macam apa ini! 🌻 Ku telusuri google, youtube dan berbagai sumber penyembuhan luka batin ini.. Tidak...