Skip to main content

Harapanku yang Terbenam

 Hai, 

Perkenalkan..

Mereka bilang namaku Bunga Matahari..

Hangat dan menyenangkan, katanya..

Lagu favoritku adalah tawa..


Tapi hari ini, 27 Desember 2024

Hujan badai menghancurkan banyak kelopak ku..

Hari yang mungkin tidak akan pernah aku lupa di dalam hidup..

" Kau akan susah ketemu jodohmu, karena kau mengalami luka batin sedari dalam kandungan"

Aku terdiam..

🌻


Pagi tadi, novena terahirku..

Walau dengan proses jatuh bangun, aku merasa lega mampu menyelesaikannya..

Namun, tidak satu jawab pun ku terima.

Aku masih di abaikannya.

🌻


Sudah buat janji dengan seorang pendoa yang memiliki karunia.

Aku bantu ibu ku mengupas kentang..

Air mata mengalir deras dari seorang yang orang fikir matahari itu..

"Ma.. aku udah ga kuat..

ma aku merasa Tuhan mempermainkan perasaan ku.."

Aku yang selama ini selalu berprasangka baik pada Tuhan, menyinari orang2 dengan segala semangat berada di titik jatuh..

🌻

 

Mataku kosong, tubuhku lemah..

Adik ku menyetir dengan kecepatan normal

Mencari bunga mawar terbaik untuk Bunda Maria..

🌻


Setelah perjalanan panjang,

Aku tiba di tempatnya sekitar jam 3 sore..

Kami di suruh menunggu kedatangan pengunjung lain..

Aku melangkah menuju gua maria..

Nafas ku panjang

"Bunda, engkau adalah saksi cinta ku padanya..

Aku sama sekali tidak mengerti apa yang saat ini aku alami, tapi aku percaya engkau mengetahui segalanya..

Maka, mohon rayulah Putra mu Yesus Kristus 

Aku ingin mengetahui segalanya hari ini"

🌻

Dengan tenaga yang tak terlalu banyak,

Ku topang tubuh ku untuk duduk menanti.. 

Bapak itu bertanya siapa nama ku sebelum  sesaat dia menghantarkan hujan badai kenyataan itu dengan tega.

🌻

"Apa yang kau minta?" Tanya nya..

"Aku ingin tau, apakah dia jodohku atau bukan, karena, jika bukan agar aku lega mengikhlaskan" jawabku pasrah..

Tidak ada jawapan pasti ku terima..

Karena saat itu aku hanyalah sebuah bunga matahari yang jelek.

Penuh luka

Belum terasa pantas bertanya hal demikian

Yang harus ku perjuangkan saat ini adalah menumbuhkan kelopak-kelopak baru yang jauh lebih indah..

🌻

Kebenaran yang aku minta kan ternyata tak semudah itu untuk di terima.

Segala kegagalan, kesedihan dan trauma yang sudah aku lewati dengan pedih pun ternyata kini menyucuk takdirku sendiri.

Rasanya tidak adil.

Aku benar benar membenci takdirku saat itu.

Orang tua yang selama ini menyebabkan banyak luka, menjadi penyebab hal yang aku anggap "kesialan" saat itu.

🌻

Menangis pun rasanya tak berguna..

Harapan ku terbenam sore itu..

Kelopak ku tersisa 1

Aku berlutut, "Bunda tolong sembuhkan aku dan ijinkan aku bahagia" pinta ku dalam isak 



Comments

Popular posts from this blog

 Tuhan aku mencintai anak Mu yang satu itu... Genggaman tangannya adalah genggaman teraman yang pernah aku rasa.. Matanya adalah mata terteduh yang pernah aku lihat.. Senyumnya adalah senyum paling ku nantikan.. Aku mohon, berkatilah setiap langkahnya.. Sehatkan badannya Mudahkan rejekinya Barangkali, ada hari dimana Engkau setuju mengizinkannya bersatu dengan ku..

Benih itu hidup baru

 2 Januari 2025 Aku bangun dengan hati yang sangat perih.. Rasanya lebih baik mati daripada hidup dengan kelopak yang hancur ini Aku ijin kerja Doa rutin itu tetap aku jalankan Langkah ku lemah Badan ku lemah Ku cari lagi memory mana yang harus ku ampuni, Mungkin masih ada sehingga aku mengalami ini pikir ku.. Ku pejamkan mata, memory nya datang namun sedih nya sudah hilang.. Sudah ku terima dan ampuni.. "Lalu, apalagi Tuhan?" Tanya ku.. "Berserah" suara yang sangat lembut itu menyapa.. 🌻 Jantungku kembali berdetak kencang Intimidasi itu datang lagi Tak ku dapatkan apa pun sampai jam 12 siang. Ku jalankan doa rutin ku Setelah itu aku meminta Tuhan datang padaku Ku pejamkan mata ku Apa pun tak ku dapat Hanya kegelapan tapi... kali ini berbeda.. Ada damai sejahtera disana.. Rasanya tenang.. Entah berapa lama aku sudah di bawa dalam ketenangan itu, aku hanya diam tapi tidak tertidur.. Lalu aku buka mata, menenggak sedikit air Kemudia melanjutkan memanggil Allah.. Kali...

Bunga itu pun Mati

"Memaafkan, Menerima dan Berserah.." Aku merasa ini lah tugas dalam penyembuhan luka batin ini.. Seminggu berlalu sejak kelopak ku berguguran.. Ku penuhi hari2 di kegelapan kamar dengan lantunan doa, meditasi dan ritual air berkat. Hari pertama ku lewati seperti tanpa nyawa.. Rasanya aku tak ingin menghadapi hari esok.. Rasanya perih kenyataan yang harus ku terima.. Bagaimana mungkin, setelah berbagai hal menyakitkan yang ku alami harus aku lagi yang menanggung akibatnya? Terasa tidak adil. Bagimana mungkin segala kegagalan kisah cinta ku selama ini di sebabkan oleh kesalahan orang tua ku sendiri. Tidakah cukup bagi Tuhan kehancuran ku Jatuh bangun yang ku hadapi sendirian tanpa uluran tangan siapa pun selama ini. Aku pendam semuanya sendiri berbungkus ceria ku. Tidak adil. Sekarang, aku di minta untuk memaafkan, menerima dan berserah pada kehendak Tuhan Arrrggggghhhh!! Takdir macam apa ini! 🌻 Ku telusuri google, youtube dan berbagai sumber penyembuhan luka batin ini.. Tidak...